![]() |
ketika mengisi pelatihan Menjadi Remaja Tangguh |
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah
memberikanku banyak nikmat yang tidak bisa aku menghitungnya. Sampai hari ini
aku masih beriman, masih sehat, masih punya uang, orang tuaku sehat semua, dan
masih banyak lagi nikmat-Mu yang lain yang tidak bisa kusebutkan disini. Bahkan
mungkin malah tidak akan muat bila itu kutuliskan disini karena saking
banyaknya.
Alhamdulillah, aku sangat bersyukur padaMu Ya Allah. Aku
selalu berdo’a apa yang Engkau berikan padaku hari ini selalu ada padaku,
menaungiku hingga nanti Engkau mengambil nyawaku Ya Allah. Aamiin.
Pada hari ini, tepat satu semester/6 bulan sudah aku menjadi
pengajar, pendidik, guru di SMPIT Permata Bunda, Bandar Lampung. Di sana aku
menjadi guru mata pelajaran Tahsin dan Tahfidz Al Qur’an. Ya, mungkin memang
begitulah jalan hidupku, berliku-liku dan berkelok-kelok. Dimulai dari TK
sampai SMA aku selalu disekolahkan di tempat yang islami. Lalu agak ‘berbelok’
ketika aku melanjutkan kuliah di Jurusan Teknik Elektro Unila, kampus negeri di
bumi Lampung. Tapi ternyata itu tidaklah lama, karena di akhir masa studiku
disana aku bisa kembali lagi ke tempat yang ‘islami’ karena aku mendapatkan
kesempatan mengajar di SMPIT Permata Bunda, Bandar Lampung. Ya walaupun ketika
aku di kampus, suasana islami masih tetap kurasakan karena aku ikut dengan
tarbiyah dan sampai saat ini masih berkecimpung dengan aktifitas tarbiyah di
Kampus.
Mungkin agak mengherankan bagi kalian karena seorang
mahasiswa Teknik Elektro menjadi Guru Tahsin Tahfidz di SMPIT, ya tapi itulah
yang terjadi sekarang padaku. Banyak pelajaran yang bisa kuambil dari
pengalaman 1 semester aku mengajar disana, mulai dari cara berinteraksi dengan
anak-anak, bagaimana memarahi, bagaimana menyemangati, bagaimana menegur, dan yang
lainnya. Disana juga aku mulai belajar membuat RPP, belajar membuat target, dan
belajar merasakan dunia anak-anak. Serta disana aku menimba ilmu dari guru-guru
hebat, Miss Desma, Pak Novian, Ust satrio, Mr Yusfik, Ust Latif, Ust Mushoddiq,
Pak Endin dan guru-guru lainnya yang tidak bisa kusebutkan satu persatu.
![]() |
tilawah bersama anak-anak kamar Abdurrahman |
Yah, aku menyadari bahwa selama aku mengajar disana gaya
mengajarku memang belum bisa dibilang baik. Masih belum bisa berdisiplin, masih
terkadang semena-mena, dan yang paling sering terjadi adalah terlupa dengan apa
yang menjadi visi dan misiku mengajar anak-anak disana. Aku berharap semoga
Allah mengampuni kesalahan-kesalahanku itu dan terus membimbingku untuk terus
istiqomah belajar menjadi guru yang hebat disana.
Ingin aku becerita tentang karakter anak-anak muridku disana
yang sangat super. Mereka lah yang membuat kehidupanku terasa lebih
‘ramai’ dari sebelumnya. Setiap hari mereka bisa membuatku tersenyum, tertawa,
aneh, kesal, bahkan marah atas kelakuan-kelakuan mereka. Ya tapi itulah yang
namanya anak-anak, masih dalam proses belajar. Aku saja yang jadi guru masih
belajar, apalagi mereka bukan? Mungkin nanti di tulisan berikutnya bisa kutulis
tentang karakter anak-anakku disana. Insya Allah.
Belajar dulu, belajar lagi, berlajar terus.
![]() |
kiri-kanan ; pak hanif, pak endin, ane, miss ty, miss ita (bersama teman2 guru ketika MOS) |